Kejahatan Terbesar
Ketika banyak terjadi kejahatan dan pembunuhan, atau bahkan baru-baru ini terjadi peristiwa pengeboman di Surabaya oleh teroris, tentu kita berpikir bahwa dosa membunuh orang lain adalah dosa yang paling berat.
Hal tersebut benar namun ada dosa dan kejahatan yang jauh lebih berat dari itu, yaitu murtad.
Murtad adalah kejahatan yang paling besar. Betapa tidak, sebab dosa murtad adalah dosa yang membuat seseorang terpisah dari Allah dan tidak lagi memiliki hubungan dengan Allah.
Kitab Ibrani 6:4-6 ditujukan kepada orang percaya dan bukan kepada orang yang belum percaya. Terlihat jelas seusai konteks bahwa penulis kitab Ibrani menujukan pasal 6 bagi orang yang sudah percaya bahkan menyebutkan orang tersebut telah diterangi hatinya, yang pernah mengecap karunia sorgawi dan yang pernah mendapat bagian dalam Roh Kudus, dan yang mengecap firman yang baik dari Allah dan karunia-karunia dunia yang akan datang, namun yang murtad lagi, sangatlah tidak mungkin dibaharui sekali lagi supaya ia bertobat, sebab mereka menyalibkan lagi Anak Allah bagi diri mereka dan memghina-Nya di muka umum. Hal tersebut sama dengan menginjak-injak Anak Allah dan menganggap najis darah perjanjian yang menguduskannya dan yang menghina Roh Kasih Karunia, seperti tertulis dalam Ibrani 10:29 (TB) Betapa lebih beratnya hukuman yang harus dijatuhkan atas dia, yang menginjak-injak Anak Allah, yang menganggap najis darah perjanjian yang menguduskannya, dan yang menghina Roh kasih karunia?
Jadi dapatlah disimpulkan, bahwa kejahatan terbesar di dunia adalah dosa kemurtadan.
Namun hati-hatilah supaya kita jangan sampai menghakimi mereka yang murtad, sebab yang bisa melihat hati dengan sangat jelas dan terang hanyalah TUHAN belaka. Sebab ada kemungkinan orang Kristen yang murtad bisa saja hanya Kristen KTP alias Kristen ikut-ikutan, Kristen yang belum pernah bertobat, dan Kristen yang belum pernah merasakan dan mengenal Kasih Karunia Allah dengan sebenarnya.
Tetapi juga waspadalah dengan bahaya penyesatan yang memungkinkan kita untuk murtad, sekalipun kita telah mengenal Yesus dan mengecap kasih karunia Allah.
Penebusan Kristus Yesus hanya satu kali untuk selama-lamanya seperti tertulis dalam Ibrani 9:28 (TB) : demikian pula Kristus hanya satu kali saja mengorbankan diri-Nya untuk menanggung dosa banyak orang. Sesudah itu Ia akan menyatakan diri-Nya sekali lagi tanpa menanggung dosa untuk menganugerahkan keselamatan kepada mereka, yang menantikan Dia.
Jadi kesimpulannya dari semuanya itu, orang Kristen sejati sekalipun, sangatlah mungkin untuk menjadi murtad dan meninggalkan Yesus. Bahkan Yesus sendiri memperingatkan kita akan bahaya murtad akibat penyesatan dalam Matius 24:4 (TB) : Jawab Yesus kepada mereka : "Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu!"
Waspadalah terhadap pengajar-pengajar palsu dan nabi-nabi palsu!
Tuhan Yesus Memberkati.
Salam Perjuangan Iman Sejati.
Immanuel
Hal tersebut benar namun ada dosa dan kejahatan yang jauh lebih berat dari itu, yaitu murtad.
Murtad adalah kejahatan yang paling besar. Betapa tidak, sebab dosa murtad adalah dosa yang membuat seseorang terpisah dari Allah dan tidak lagi memiliki hubungan dengan Allah.
Kitab Ibrani 6:4-6 ditujukan kepada orang percaya dan bukan kepada orang yang belum percaya. Terlihat jelas seusai konteks bahwa penulis kitab Ibrani menujukan pasal 6 bagi orang yang sudah percaya bahkan menyebutkan orang tersebut telah diterangi hatinya, yang pernah mengecap karunia sorgawi dan yang pernah mendapat bagian dalam Roh Kudus, dan yang mengecap firman yang baik dari Allah dan karunia-karunia dunia yang akan datang, namun yang murtad lagi, sangatlah tidak mungkin dibaharui sekali lagi supaya ia bertobat, sebab mereka menyalibkan lagi Anak Allah bagi diri mereka dan memghina-Nya di muka umum. Hal tersebut sama dengan menginjak-injak Anak Allah dan menganggap najis darah perjanjian yang menguduskannya dan yang menghina Roh Kasih Karunia, seperti tertulis dalam Ibrani 10:29 (TB) Betapa lebih beratnya hukuman yang harus dijatuhkan atas dia, yang menginjak-injak Anak Allah, yang menganggap najis darah perjanjian yang menguduskannya, dan yang menghina Roh kasih karunia?
Jadi dapatlah disimpulkan, bahwa kejahatan terbesar di dunia adalah dosa kemurtadan.
Namun hati-hatilah supaya kita jangan sampai menghakimi mereka yang murtad, sebab yang bisa melihat hati dengan sangat jelas dan terang hanyalah TUHAN belaka. Sebab ada kemungkinan orang Kristen yang murtad bisa saja hanya Kristen KTP alias Kristen ikut-ikutan, Kristen yang belum pernah bertobat, dan Kristen yang belum pernah merasakan dan mengenal Kasih Karunia Allah dengan sebenarnya.
Tetapi juga waspadalah dengan bahaya penyesatan yang memungkinkan kita untuk murtad, sekalipun kita telah mengenal Yesus dan mengecap kasih karunia Allah.
Penebusan Kristus Yesus hanya satu kali untuk selama-lamanya seperti tertulis dalam Ibrani 9:28 (TB) : demikian pula Kristus hanya satu kali saja mengorbankan diri-Nya untuk menanggung dosa banyak orang. Sesudah itu Ia akan menyatakan diri-Nya sekali lagi tanpa menanggung dosa untuk menganugerahkan keselamatan kepada mereka, yang menantikan Dia.
Jadi kesimpulannya dari semuanya itu, orang Kristen sejati sekalipun, sangatlah mungkin untuk menjadi murtad dan meninggalkan Yesus. Bahkan Yesus sendiri memperingatkan kita akan bahaya murtad akibat penyesatan dalam Matius 24:4 (TB) : Jawab Yesus kepada mereka : "Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu!"
Waspadalah terhadap pengajar-pengajar palsu dan nabi-nabi palsu!
Tuhan Yesus Memberkati.
Salam Perjuangan Iman Sejati.
Immanuel